Aug 23, 2014


Multi Level Marketing (MLM) atau Penjualan Berjenjang adalah suatu
bentuk bisnis yang kembali booming sejak beberapa tahun belakangan
ini. Sekalipun demikian, masih amat sangat banyak orang yang
menunjukkan sikap antipati terhadap sistim bisnis ini dan tidak
sedikit juga dari mereka yang mencoba untuk masuk kedalam bisnis
ini namun kemudian gagal, bukan karena tidak berhasil tetapi
karena satu dan lain alasan kemudian memilih untuk berhenti. Nah
poin ini yang harus anda ingat baik-baik. Tidak ada orang yang
gagal dalam menjalankan bisnis MLM, yang ada adalah orang-orang
yang berhenti dan kemudian menyalahkan ketidak mampuannya untuk
bertahan pada bisnis ini kepada sistim bisnis MLM itu sendiri.
Mereka-mereka yang berhenti melakukan dan merasa gagal inilah yang
kemudian menghembuskan cerita-cerita negatif tentang bisnis MLM ini
sehingga semakin menumbuhkan antipati terhadap bisnis ini. Selain
itu, sikap dari para pelaku bisnis MLM dalam menjalankan bisnis
ini juga yang seringkali terlalu agresif bahkan terkesan memaksa
juga menambah deretan citra buruk bisnis MLM tersebut.
Tapi, cobalah anda lepaskan dahulu semua pemikiran negatif anda
tentang bisnis ini dan cobalah melihat dengan sudut pandang yang
benar-benar netral sebelum kembali membuat penilaian terhadap
bisnis ini.

Bisnis MLM adalah salah satu dari beberapa jenis bisnis yang oleh
Robert T Kiyoshaki dalam bukunya yang terkenal “Cashflow Quadrant”
serta “Poor Dad & Rich Dad” disebut sebagai suatu bisnis yang
prospektif untuk dijalankan, diantaranya karena alasan-alasan
berikut ini :

Modal investasi kecil. Keseluruhan biaya saat bergabung
maupun modal awal yang dibutuhkan cenderung jauh lebih kecil
dibandingkan bila anda membuka restoran, butik atau membeli hak
frenchaiser. Karena modal investasinya yang kecil tersebut, maka
siapapun dapat memulai bisnis ini.

Resiko kecil. Tentu saja karena modal investasinya kecil,
maka apabila anda “gagal” menjalankan bisnis ini, maka resiko
kerugian yang anda tanggung juga tergolong kecil.
* Biaya Operasional kecil. Dalam pengoperasiannya, anda juga

tidak membutuhkan pengeluaran besar seperti layaknya bisnis

tradisional beromset sama. Mengapa? Dalam menjalankan bisnis

jaringan, anda sama sekali tidak perlu memikirkan biaya untuk

menyewa gedung, membuka kantor atau tempat, menggaji pekerja dan

menyediakan stok barang serta sistim pendukung pemasaran. Biasanya

perusahaan MLM dimana anda bisa bergabung telah menyediakan

seluruhnya untuk anda.
* Felksibel. Komitmen mengerjakan bisnis ini paruh waktu,

masih dapat membuat anda berhasil menjalankan bisnis ini. Anda

tentu tidak dapat melakukan ini bila anda ingin membuka usaha

tradisional, anda harus benar-benar fokus dan mencurahkan seluruh

perhatian anda. Pada bisnis MLM anda bisa memberikan komitmen

paruh waktu anda yang bisa anda atur dan sesuaikan dengan kondisi

anda. Hal yang terpenting adalah, anda benar-benar memberikan

komitmen waktu anda tersebut.
* Bisa diwariskan. Bisnis MLM yang bertahan hingga saat ini,

hampir secara umum memberikan fasilitas kepastian bahwa bisnis

tersebut dapat diwariskan kepada ahli waris. Hal inilah yang

membuat para pelaku bisnis MLM yang berorientasi kepada masa depan

memilih menggeluti dan berjuang demi keberhasilan dibisnis ini,

agar bisa memberikan sesuatu yang bernilai bagi anak-anaknya.

Nah, cobalah anda pikirkan baik-baik dan dengan jernih betapa ke-4

alasan tersebut diatas sebenarnya membuat bisnis MLM adalah bisnis

yang paling memungkinkan dan menguntungkan terutama bagi anda yang

mempunyai impian-impian besar tetapi mempunyai keterbatasan dalam

biaya -baik untuk modal awal maupun pengoperasiannya-.

Satu-satunya hal yang dibutuhkan dalam menjalankan binis MLM dan

berhasil adalah KOMITMEN WAKTU DAN SEMANGAT ANDA UNTUK TETAP FOKUS.

Bisnis MLM adalah bisnis terhormat dan jenis profesi baru yang belum dikenal dan di ketahui orang banyak. Bisnis ini memungkinkan kami yang sudah sukses mengajarkan cara sukses dan terus bekerjasama dengan orang lain. Hal yang tidak bisa dilakukan pada bisnis biasa yang mengajarkan kompetisi terus menerus untuk sukses. Anda akan terkejut melihat banyaknya orang dari berbagai latar belakang terhormat justru menggeluti bisnis ini. Bisnis ini mengajarkan bahwa untuk sukses anda harus menolong orang lain sukses.